Uncategorized

Datsun Indonesia Mau Tes Konsumen dengan Simulator

Datsun Indonesia Mau Tes Konsumen dengan Simulator

Datsun Bandung – Setengah konsumen Datsun di Indonesia adalah konsumen pertama pemilik mobil. Artinya, mereka merupakan pemegang baru atau bahkan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) A, sesuai ketentuan perundangan yang berlaku di Indonesia.

datsun bandung

Lewat latar belakang ini, Datsun Indonesia mencoba memahami karakter konsumennya. Salah satunya, mengedukasi cara mengemudi yang baik dan benar sesuai ketentuan hukum yang berlaku, lewat fasilitas simulator yang akan disediakan untuk konsumen.

Metodenya akan mirip dengan aktivitas Datsun di Afrika Selatan (Afsel). Saat bos Datsun global Vincent Cobee berada di Jakarta pada Oktober 2015, ia mengatakan diler di Afsel memiliki fasilitas simulator yang bisa digunakan konsumen untuk merasakan pengalaman pertama berada di balik kemudi sebelum benar-benar mengemudikan mobil.

Latihan yang diberikan yakni mengoperasikan pedal, mengarahkan setir, mengganti gigi, berpindah jalur, melewati persimpangan, sampai keluar dari bundaran. Pelajaran itu terbilang sukses sebab sebagian besar pencobanya lulus ujian SIM setempat, karena sudah dibekali skilldasar dan kepercayaan diri.

Pihak Datsun Indonesia berencana mengimpor satu set simulator dari Afsel untuk diuji. Saat ini, belum ada penjelasan lebih lanjut konsep terapan edukasi yang bakal digunakan di dalam negeri, namun jelas niat ini positif buat meningkatkan keselamatan berkendara konsumen.

“Ada rencana, tapi kami masih belum tahu modelnya seperti apa. Kurang lebih sama, tapi implementasinya beda. Pasti strateginya akan disesuaikan dengan Indonesia,” kata Head of Datsun Indonesia Indriani Hadiwidjaja, Kamis (25/2/2016),

Menurut pengakuan Indri, konsumen Datsun yang termasuk kelompok pembeli mobil baru berasal dari dua bagian, yakni pesepeda motor yang naik kelas atau pemilik mobil bekas. Bila ditinjau dari total penjualan Datsun Indonesia sejak 2014 yang mencapai lebih dari 50.000 unit, asumsi kasarnya sekitar 25.000 pemilik masuk golongan pembeli mobil baru atau sebagian besar dari itu belum tentu punya SIM.

sumber : kompas otomotif

 

Post Comment

five × 1 =